Friday, 2 December 2016

Bersyukurlah, Ini 5 Hal Yang Membuat Betah Kerja di Jakarta

Anak rantau Jakarta, bersyukurlah kalo kamu ditempatkan untuk bekerja di Jakarta, apalagi Kantor Pusat. Tidak selamanya bayang-bayang tinggal di Jakarta itu menyeramkan, justru kamu harus menyadari hal-hal positif yang mungkin ngga kamu sadari karena tertutupi keluhan soal Jakarta. Lupakan dulu yang sering kalian bicarakan soal kerjaan seabrek, soto semangkok 20 ribu, kosan harga di atas 1 juta tanpa AC, kualitas air yang kurang bersih, berisiknya klakson metromini, macet, dan panasnya di siang hari.
Pernahkah kamu membayangkan kamu bekerja di daerah terpencil, yang dikelilingi hutan, atau di ujung provinsi yang bahkan Indom**et saja belum ada?

Ya, bersyukurlah, coba renungkan 5 hal yang bikin betah kerja di Jakarta ini :

1. Akses pulang kampung mudah
Kalo kalian akan pulang kampung tidak perlu repot-repot transit ke banyak tujuan. Jakarta punya banyak rute pesawat di bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdana Kusuma yang siap menerbangkanmu pulang ke kampung halaman. Ada pula Gambir dan Senen buat pecinta kereta api yang siap menempuh berjam-jam perjalanan darat. Bayangkan saja jika kalian di tempatkan di daerah terpencil yang jauh dari kota, bahkan tidak ada bandara atau stasiunnya, kalian harus menempuh perjalanan darat 3-6 jam dulu menuju ke bandara/ stasiun, waktu kalian akan habis di jalan dan tentu saja menguras tenaga bahkan uang. 
http://assets.kompas.com/data/photo/2016/08/10/131630820160809kp13-kcm1780x390.jpg
sumber : Google

2. Banyak hiburan
Siapa yang tidak jenuh bekerja 5x8 jam bahkan ada yang 6x8 jam dalam seminggu?
Hiburan sudah menjadi kebutuhan penting untuk pelepas jenuh dan stress bagi kehidupan manusia terutama pekerja. Hiburan sendiri juga membuat jiwa dan raga kita fresh kembali sehingga siap untuk menghadapi yang namanya "Monday". Jakarta menyuguhkan banyak sekali hiburan yang menyenangkan untuk jiwa-jiwa yang lelah dan jenuh hehe. Mall, tempat-tempat wisata, wahana bermain, cafe-cafe yang bisa jadi tempat untuk mencari inspirasi, bioskop dengan film paling update se-Indonesia, tempat-tempat shopping dari harga murah sampai mahal, ada di Jakarta!
Bayangkan lagi bila bekerja di daerah, sedang suntuk-suntuknya, jenuh-jenuhnya tapi bingung mencari pelarian untuk menghibur diri saking terbatasnya sarana hiburan di daerah itu, bahkan bila nekat harus menempuh perjalanan jauh melewati hutan untuk bisa mencari hiburan di kota.
Wisata sejarah Kota Tua
Olahraga di Car Free Day
Cari inspirasi di Taman Menteng

3. Ada teman sekolah dan kuliah yang sama-sama kerja di Jakarta
Jakarta pusatnya perkantoran, lapangan kerja sangat luas dari perusahaan nasional, swasta, multinasional, lembaga pemerintahan, kementrian ada disini. Semua menyerap banyak sekali tenaga kerja dari berbagai penjuru Indonesia, dan ini tentu memperbesar kesempatan untuk bertemu dengan kawan lama semasa sekolah dan kuliah dulu. Dari pengalaman pribadi, sekitar 50 orang teman SMA dan 25 orang teman kuliah saya sama-sama bekerja di Jakarta bahkan sahabat-sahabat saya satu persatu mendapat penempatan bekerja di Jakarta. Hal ini tentu menciptakan kenyamanan tersendiri untuk kita, kita bisa bertemu walaupun kita jauh dari keluarga kita tetap punya somebody to rely on.



4. Ada peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sambil bekerja
Bekerja tidak menutup kemungkinan untuk kita melanjutkan kuliah dari D3 ke S1 atau S1 ke S2. Kampus-kampus berkualitas ada di Jakarta, seperti UI Salemba, BiNus, Universitas Trisakti, MM UGM Tebet, MM Universitas Brawijaya dan masih banyak lainnya yang tidak tersedia di daerah. Jika kalian punya minat dan tekad kuat untuk bekerja sambil kuliah, kampus-kampus tersebut pun menawarkan kelas weekend tapi jangan lupa perhatikan ijin dari perusahaan ya.
https://justtheothereyes.files.wordpress.com/2012/09/129-0726180830-graduates460x276.jpg
sumber :
https://justtheothereyes.files.wordpress.com/2012/09/129-0726180830-graduates460x276.jpg

5. Ongkir Online Shop yang murah
Buat para cewek-cewek atau wanita karir yang suka belanja via online shop atau yang biasa disingkat olshop, ngga perlu merasa terbebani oleh ongkos kirim ketika berbelanja di olshop, ya, secara base camp online shop kebanyakan di Jakarta. Tapi awas ya jangan sampai karena ongkir murah ini membuat kita hobi shopping online, hehehe.
https://blog.jejualan.com/wp-content/uploads/2016/08/online-shop-indonesia-6.jpg
sumber : Google
Jadi, kalau kalian mengeluh karena ditempatkan di Jakarta, atau kalian iri dengan orang yang bekerja di daerah karena beban kerjanya tak sebanyak kalian, coba ingat 5 hal ini.
Stay positive! :D






Tuesday, 26 April 2016

3D2N Belitung - D2

Hari kedua.......

Matahari pagi di Belitung sudah menyapa kami, pukul 8 pagi kami sudah bergegas naik ke mobil dan bersiap untuk menikmati keindahan alam Belitung di hari kedua.
Belajar dari pengalaman hari kemarin (ngantri makan siang), maka tujuan pertama adalah membeli bekal makan siang di sebuah warung nasi di dekat pelabuhan Tanjung Pandan. Sekotak nasi berlauk sepotong ayam, tahu, bihun dan sayur dihargai 18 ribu rupiah saja, harga yang amat sangat ramah di kantong untuk porsi besar ini.
Pak Dedi menyetir mobil dengan kencang mengantarkan kami ke Pantai Tanjung Kelayang, pemberhentian untuk island hopping. Perjalanan ditempuh kurang lebih 30 menit, oh iya di tengah perjalanan kami ketambahan 1 personil, yaitu crew Visit Belitong yang bertugas sebagai photographer kami bernama mas Fery.
Sebelum beranjak naik kapal untuk island hopping, mas Fery langsung mengajak kami berfoto di Pantai Tanjung Kelayang.

Baru sebentar kapal berjalan, kami berhenti di Batu Burung, dan ini menjadi latar belakang foto pertama kami.
berpose di ujung kapal
 
Puas berfoto kami melanjutkan perjalanan menuju ke Pulau Batu Berlayar. Dari kejauhan nampak beberapa kapal telah bersandar di tepian pulau dan wisatawan nampak berpose di beberapa sudut pulau.
Batu Berlayar
Pulau Batu Berlayar tidak terlalu luas, namun dari sini kita sudah bisa menikmati secuil keindahan Belitung. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan mengenai Pulau Batu Berlayar lebih baik anda langsung ke sini untuk mengagumi ciptaan Allah SWT ini :')


menuju Pulau Lengkuas









Let's move to next destination! Pulau Lengkuas jaraknya cukup jauh dari Pulau Batu Berlayar mungkin sekitar setengah jam perjalanan kapal. Dari kejauhan Mercusuar di Pulau Lengkuas tampak menyambut kedatangan kami dengan langit biru cerah yang melatarbelakanginya.
Bisa dibilang Pulau Lengkuas ini adalah destinasi utama trip di Belitung, karena disinilah kita bisa menikmati alam Belitung dari darat, laut, dan udara (ketinggian). Mercusuar menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, kita bisa naik ke puncak Mercusuar yang memiliki 313 anak tangga, 18 lantai dengan ketinggian 65 meter. Siapa yang berani? Saya merekomendasikan anda untuk mencobanya, tak semengerikan yang dibayangkan, rasa capek akan terbayar dengan keindahan pemandangan secuil nirwana dari ketinggian :')

secuil nirwana dari ketinggian
Nah bagi anda yang ingin naik ke Mercusuar, ada ritual khusus yang wajib dilakoni sebelum naik, jujur saya salut dengan pemerintah daerah setempat yang merawat bangunan ini dengan sangat serius. Jadi, sebelum kita naik ke Mercusuar, kita diwajibkan untuk membersihkan diri dari pasir yang menempel di badan. Tenang, tidak perlu bingung, disana sudah disediakan beberapa toilet (lucunya kami salah masuk toilet air asin, saat mengguyur muka sekaligus kumur, zonk, airnya super asin, ). Ternyata ada 2 jenis toilet, begitu masuk area Mercusuar, toilet air asin di sayap kiri dan toilet air tawar di sayap kanan. Di sana juga ada penjaga yang akan siap mengingatkan kita untuk mengisi kotak uang toilet hehe.
Setelah dari toilet kami di arahkan petugas untuk mengeringkan kaki, hebatnya disana juga sudah disediakan potongan-potongan busa yang ditempatkan dalam 1 ember untuk mengeringkan kaki dan membersihkan sisa-sisa pasir yang masih menempel dan kita hanya diperbolehkan berjalan di path yang sudah ditentukan bisa dibilang clear area-nya.
Begitu masuk, karna mungkin masih baru direnovasi, kita akan mencium bau cat yang masih segar, dan tentunya semakin ke atas udara semakin pengap hehe. Kondisi bangunan masih sangat bagus dan terawat, kayu dan besinya pun belum tampak ada yang keropos.

 313 anak tangga sudah dilalui, keringat bercucuran deras, dan inilah yang kami lakukan....
berpose di Puncak Mercusuar bersama Mas Feri dan Pak Dedi
berpose di dalam mercusuar, tepat di dekat lampu
 

Oh ya perkenalkan teman ngetrip saya (kiri ke kanan) : Afian, Aulia, Lala, Dwitya, Topenk, Anjar, Dian dan saya. Luar biasa ngetrip sama orang-orang ini, luar biasa konyol kelakuannya, dan sepanjang trip hanya tawa dan canda yang ada. Dan kami hanya butuh 3 hari untuk bisa seseru, seakrab dan sekompak ini. :))



pemandangan dari atas

Kondisi di atas mercusuar sudah tentu panas dan membuat keringat bercucuran, serasa masuk ruang sauna (agak lebay sih), tapi angin semilir dan pemandangan indah seakan membuat kami betah berada di atas.
Dari Mercusuar kita turun dan istirahat makan siang sejenak lalu lanjut foto-foto di atas batu. Saat itu cuaca sangat panas dan membuat batu terasa panas, harus berhati-hati pula karena permukaan batu yang cukup halus membuatnya menjadi licin.

sesaat sebelum snorkeling


abaikan kaki mas Fian haha


Sampai di spot snorkeling kami bersemangat untuk segera turun ke air dan menikmati pemandangan bawah air. Tour guide memberi kami roti untuk memancing agar ikan-ikan berdatangan.
Kondisi saat itu karena langit sedikit mendung visibility-nya kurang bagus, dan ini adalah terumbu karang di perairan sekitar Pulau Lengkuas.
Sayang sekali terumbu karang disini beberapa sudah rusak karena terinjak oleh wisatawan. Please buat siapapun yang snorkeling atau diving jangan pernah sentuh terumbu karang karena mereka sangat rapuh dan pertumbuhan mereka sangat lama, jadi jaga kelestarian mereka yah :)
terumbu karang sekitar Pulau Lengkuas


Puas menelan air asin, puas melihat-lihat terumbu karang saatnya naik ke permukaan dan pindah ke Pulau Pasir yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Pulau Lengkuas. Pulau Pasir hanya muncul di saat air laut mulai surut, namanya juga Pulau Pasir yang ada hanyalah pasir dan beberapa bintang laut. Pasir yang lembut, air yang jernih dan hangat membuat kami betah berlama-lama disini, aaaah enjoy~
Bahkan ada yang niat membawa floaties dan sukses membuat kami iri haha.













Menjelang senja kami balik ke Pantai Tanjung Kelayang untuk bersih-bersih. Di Pantai Tanjung Kelayang tersedia cafe dan juga toilet berbayar untuk bersih-bersih. Karena lapar kami pun memesan indomie rebus haha.
Sebelum kembali ke hotel, tour guide mengajak kami untuk berfoto di depan tulisan ini..


salam dari senja di Belitung
Sebenarnya tujuan kami selanjutnya adalah Pantai Tanjung Tinggi, namun karna hari sudah terlalu sore saat itu kami menggesernya menjadi keesokan harinya.


Travel tips:
- gunakan baju berbahan kaos, karena akan berpanas-panasan seharian
- barang wajib : topi, sunglass, sunblock
- karna snorkeling jangan lupa bawa baju ganti
- simpan kamera dslr/mirrorless anda demi keselamatan mereka hehe
- untuk action cam gunakan floating grip selama berada di dalam air
- jangan terlalu lama berfoto-foto jika tidak ingin kehabisan waktu dan akibatnya kehilangan salah satu destinasi

Tuesday, 19 April 2016

3D2N Belitung - D1

Bertandang ke Negeri Laskar Pelangi, Belitung sudah menjadi impian saya sejak film Laskar Pelangi terbit di tahun 2008.
Alhamdulillah 15-17 April 2016 impian itu pun terwujud. Bersama kawan saya sedari kuliah, Dian, kami sudah merencanakan perjalanan ini sejak awal tahun. Entah apa yang membuat kami sama-sama ingin sekali pergi ke Belitung segera. Berbekal instagram kami mulai mencari trip organizer terbaik untuk membantu kami mewujudkan traveling tak terlupakan di Belitung. Awalnya kami akan join open trip di salah satu trip organizer dengan biaya kurang lebih 2,3 juta sudah termasuk tiket pesawat dengan jadwal keberangkatan Februari, namun selang beberapa waktu Dian mengajak teman-temannya yang lain dan kami pun akhirnya menggunakan trip organizer Visit Belitong dengan biaya 750rb per orang belum termasuk tiket pesawat PP.

Hari H pun tiba, saya dan Dian menggunakan pesawat dari Jakarta dengan tujuan Tanjung Pandan tanggal 15 April 2016, jadwal penerbangan 05.55 WIB. Perjalanan udara kami tempuh selama 45 menit. Usai landing, saya dan Dian menunggu peserta trip lainnya yang merupakan teman kerja Dian dan beberapa orang lain yang belum kami kenal. Tak berapa lama kami pun bertemu, saling berkenalan dan saya pun juga baru tahu di sana kalau jumlah peserta grup kami ada 8 orang.
Tour guide dari Visit Belitong sudah menyambut kami di gerbang kedatangan, menggunakan kendaraan elf kami pun langsung diantarkan menuju ke tujuan pertama kami yaitu sarapan Mie Belitung Atep di Jalan Sriwijaya No.27.
Bersiap menyantap Mie Belitung
Mie Belitung Atep ini terdiri dari mie, udang, potongan tahu, tauge dan kelengkapan lainnya dengan kuah kental yang manis tak lupa ada emping sebagai pelengkap. Saya langsung suka pertama kali mencicip makanan ini, karena pada dasarnya saya penyuka rasa manis. Untuk minuman tour guide kami merekomendasikan es jeruk kunci, jeruk khas Belitung yang asamnya unik dan menyegarkan.
Selesai sarapan kami melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya yaitu SDN Muhammadiyah Gantong (replika) di Belitung Timur. Perjalanan dari Tanjung Pandan menuju ke Gantong, Belitung Timur kami tempuh dalam waktu 1,5 jam. Area replika SDN Muhammadiyah Gantong merupakan tanah lapang luas yang terdapat replika sekolah, galeri, toilet dan area parkir.

replika
Tanpa berlama-lama kami langsung berlari-lari menuju ke sekolah layaknya anak-anak Laskar Pelangi yang semangat masuk sekolah. Bangunan disini hanya replikanya saja, lokasi bangunan yang asli (yang digunakan untuk syuting Laskar Pelangi) lokasinya cukup dekat dari sini, dan sudah direnovasi menjadi berdinding tembok. Sekolah ini terdiri dari 2 ruang kelas dengan beberapa bangku tua di dalamnya.

we can't hide our happiness
Galeri Rakyat Laskar Pelangi
Di dalam galeri terpajang apik kerajinan-kerajinan khas Belitung, koleksi memorabilia Laskar Pelangi dan beberapa lukisan yang dijual.

Puas bermain-main layaknya anak SD yang kegirangan saat jam istirahat kami beranjak untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Museum Kata Andrea yang lokasinya cukup dekat dari lokasi replika.
halaman depan
dekorasi jendela depan

terpajang apik di dinding salah satu ruangan
Museum Kata Andrea Hirata dibangun pada tahun 2010, di dalam museum ini tersimpan ratusan koleksi Andrea Hirata yang dipajang di sekeliling dinding. Bangunan ini lebih mirip seperti rumah yang dialihfungsikan menjadi museum. Bagian belakang yang kalo dilihat memang sebelumnya meurpakan dapur, diubah menjadi warung kopi dengan beberapa bangku di tengah namun tetap mempertahankan keaslian bangunannya, hanya ditambahkan hiasan-hiasan dinding yang unik yang membawa kita serasa berada di desa. Warung kopi ini bernama Kupi Kuli.


Warkop Kupi Kuli
Di Kupi Kuli kita bisa memesan kopi khas belitung, minuman kemasan, dan cemilan seperti pisang goreng, tape goreng dan lainnya dengan harga terjangkau. Apalagi ditambah sesaat setelah kami tiba disana hujan turun cukup deras, dan ini justru membuat kami semakin akrab, bercengkerama ditemani kopi dan gorengan hangat.
Berjalan ke area belakang kita masih dapat menemukan beberapa bangku dan ruangan yang masih menjadi bagian dari Kupi Kuli. Di area lainnya terdapat ruangan terbuka yang memajang poster film lawas, quote, dan beberapa pajangan yang terkait dengan literatur lainnya.
ngopi di halaman belakang museum
Usai waktu sholat Jum'at kami melanjutkan perjalanan untuk makan siang di daerah Manggar, yaitu di tepi Pantai Serdang di warung seafood Rudi Fakistan. Sayang sekali saat itu penuh dan kami harus menunggu pesanan makanan sekitar 1,5 jam. Pengeluaran makan siang kami disini per-orang sekitar 50rb rupiah.

Kenyang makan seafood, kami lanjutkan perjalanan ke Vihara Dewi Kwan Im. Sayang ketika kami sampai di sana, patung Dewi Kwan Im sedang direnovasi :(
berfoto di depan vihara


Dan tujuan terakhir hari ini adalah Pantai Burung Mandi. Kenapa dinamakan pantai Burung Mandi, karena pantai ini pernah menjadi lokasi persinggahan burung untuk mandi dan mencari makan, namun sekarang sudah tidak ada lagi. Pantai ini lebih digunakan oleh para nelayan untuk gerbang menuju ke laut mencari ikan. Kegiatan yang kami lakukan di sini tak banyak, kami berfoto, duduk-duduk di tepi pantai, bermain ayunan dan tak lupa menikmati es kelapa muda sambil menikmati angin semilir sore hari, hmmm sungguh menyenangkan. Harga sebatok kelapa muda dihargai 15rb rupiah.
perahu-perahu nelayan

senja di Pantai Burung Mandi

Lanjut ke hari ke dua .....

Travel tips :
- Bawa makanan sendiri jika tidak ingin mengantri lama di warung/restoran
- Daripada sepatu lebih baik menggunakan sandal karena medan yang dilalui kebanyakan adalah pasir hehe
- Gunakan pakaian berbahan kaos
- Celana paling nyaman adalah celana kain (melar lebih nyaman)

Thursday, 10 March 2016

Bye Masha, Mici, Mico - Cat Distemper

 

 🐱🚫 Pecinta kucing,hati-hati dgn distemper / Feline Panleukopenia Virus (FPV) 🚫🐱
3 kucing kesayangan saya mati dalam waktu 2 minggu.
Virus ini jahat sekali,berdasarkan artikel 90% kucing yg terkena FPV akan mati. Gejala awal kucing tidak nafsu makan,lemah,namun kadang ceria lagi dan mau makan walopun hanya sedikit,lalu kembali lemah dan terkulai lemas.
2 kucing saya telah mati minggu pertama dgn kondisi yg menyedihkan mereka muntah2 bahkan sang induk yg sedang hamil mengalami keguguran. Kucing ketiga (kanan) mati pagi hari ini. Kemarin saat dibawa ke dokter dia masih spt biasa,niatnya utk divaksin namun karna kondisinya sedang demam,dia hanya diberikan suntikan vitamin dan obat. Malam hari tiba2 dia melemah,dan mencari tempat dingin utk tidur,berbagai upaya sudah dilakukan adik saya utk merawatnya tapi pagi hari ini dia muntah darah,melemah dan pergi selamanya.
Pecinta kucing,segera vaksin kucing kalian sebelum semuanya terlambat :'(
#catdistemper #panleukopenia #distemperkucing #savecat

Masha : 

Mici :

Mico :

 

Sunday, 14 February 2016

Kupang, Nusa Tenggara Timur

Seumur hidup baru kali ini saya menginjakkan kaki di daerah timur kepulauan Indonesia,hello Nusa Tenggara Timur. Dinas menugaskan saya di Kupang selama 7 hari. Saya tidak akan bicara soal letak geografis karena cari di wikipedia pasti ada, saya juga tidak bicara soal perekonomiannya atau apalah karna terlalu berat untuk dibicarakan.
Well yang membuat saya jatuh cinta pada Kupang adalah alamnya, penduduknya dan makanannya!
Langit biru cerah terbentang luas, pandangan tak terhalang gedung tinggi bertingkat, tanah karang gersang, pohon lontar menjulang tinggi dimana-mana, pohon bunga flamboyan dengan bunga-bunganya yang merekah merah menyambut di sisi kanan kiri jalan selama perjalanan dan yang paling menyenangkan udaranya bersih. Sooooooo refreshing...Saya tak bisa berkedip melewatkan pemandangan indah sepanjang perjalanan dari hotel ke kantor di daerah Penfui. Sinar matahari pukul 8 pagi di Kupang panasnya sudah hampir sama dengan panas Jakarta pukul 11 siang, benar-benar menyengat dan membuat gosong haha, tapi saya menikmatinya.
Penduduk asli disini yang saya kenal selama di kantor sangat menyenangkan, mereka lucu-lucu, ramah dan baik hati. Apalagi makanan disana, ehmmmm, mak nyus kalo kata pak Bondhan.
Dinas di daerah selalu berhadiah wisata, dan tempat pertama yang saya kunjungi of course after office hours adalah pantai Batu Nona. Sebenarnya kami berniat ke pantai Lasiana namun saat menuju ke sana, akses masuk ditutup karena sedang ada perbaikan jalan, jadilah kami menuju ke pantai Batu Nona yang jaraknya tak jauh dari Lasiana. But wait, perjalanan menuju ke sana dari bandara kami disuguhi Allah pemandangan yang teramat manis, dan ini adalah salah satu lukisan terindah-Nya.

senja di Bukit Cinta

Beruntung sekali kami mendapatkan golden moment, dan lokasi Bukit Cinta ini hanya sekitar 3 menit dari bandara El Tari, nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan :')

Sampailah kami di pantai Batu Nona untuk mengejar sunset indah kemerahan khas NTT
Sunset Pantai Batu Nona
Tak puas hanya berdiri di tepi pantai kami berjalan menyusuri tepian pantai menuju sebuah bukit karang.

Bukit Karang Batu Nona
Keesokan harinya, karna saya penasaran dengan pemandangan Bukit Cinta di siang hari, saya mengajak kawan-kawan untuk ke puncak bukit di siang hari yang sangat terik. Perjalanan hanya kami tempuh sekitar 5 menit dari kantor, mobil kami parkir di tepi jalan dan kami melakukan trekking ringan ke puncak bukit.
Memang tidak percuma kami sengaja panas-panasan kesini. Hamparan birunya langit yang bersih dan cerah, lautan biru nan luas dan juga hamparan savana membentang luas di depan mata, masyaAllah indahnya.





#no caption needed

Dan destinasi ke tiga saya selama di Kupang adalah Pantai Lasiana yang kemarin gagal kami kunjungi. Saat kami berkunjung kesana, kawasan pantai ini sedang dalam proses pembangunan fasilitas, ada sebuah monumen prisma yang tengah dibangun, juga gasebo gasebo di tepian pantai, sudah terbayang tempat ini pasti akan ramai dikunjungi wisatawan. Beruntung, saat kami kesana tidak terlalu banyak pengunjung sehingga kami benar-benar bisa menikmati keindahan Lasiana.
Pepohonan yang tumbuh di pantai kebanyakan bukanlah pohon kelapa namun pohon lontar, ya masih satu family dengan pohon kelapa. Dan di Pantai Lasiana ini puluhan pohon lontar berdiri tegak menghadap lautan menghiasi putihnya pasir pantai.






gasebo Lasiana
again #nocaptionneeded

Kawasan Pantai Lasiana memiliki beberapa gasebo yang bisa kita gunakan untuk berteduh santai sambil menikmati semilir angin pantai dan suara daun lontar yang bergesekan. Beberapa warung juga tersedia disana, mereka menjajakan camilan-camilan enak seperti pisang bakar, es kelapa, pop mie dan lainnya.

Selain wisata alam, di Kupang saya mendapatkan pengalaman langka dalam hidup saya, ya foto di tengah runway. Awalnya hanya ijin ke atasan untuk menikmati sunset di belakang kantor (tepi runway) eh malah diajakin patroli runway bersama dengan crew AMC (Airport Movement Control). Setelah mendapat ijin dari crew AMC, kami pun diijinkan melakukan patroli dengan mobil double cabin dari ujung runway ke ujung runway.
tengah runway 07


me and Kak Agnes
 Mampir dan berkenalan dengan crew PKPPK Bandara El Tari Kupang plus diberi kesempatan naik ke mobil jagoan morita.

 Benar-benar pengalaman baru di hidup saya, berkunjung ke salah satu titik di timur Indonesia, menikmati alam indahnya, terik mataharinya, gersang tanahnya, masyaAllah indahnya.

Search

Loading...