JOGJA ber-abu

30 Oktober 2010, Bangun tidur karena ditelepon ibu dan dikasi tau kalo Jogja ujan abu, aq langsung keluar kamar, begitu aq keluar kos an gelap, daun-daun pepohonan di depan kos abu-abu semua ketutupan abu, atap fiber depan kamar kosQ ketutup abu, makanya kok gelap. Penasaran, aq keluar rumah dan liat kondisi luar, masyaAlloh, jalanan warnanya putih ke abu-abuan, daun2 pohon abu-abu juga, bener-bener heran deh pokoknya. Untung aja ibu kos siap sedia masker, langsung deh pake masker buat ngurangin bau belerangnya juga. Pas beli sarapan jalan-jalan di kampung gag nyangka tebel juga abunya, dan ternyata sampai Bantul juga yang letaknya di daerah selatan Jogja. Khawatir kenapa-kenapa ibu nyuruh aq pulang ke Solo aja, yah nurut aja deh..mendadak juga sih sebenernya, bawa barang seperlunya langsung deh meluncur ke statsiun Lempuyangan, Yogyakarta. Di perjalanan, ya ampuuuunnn Jogja kayak gambar grayscale aja..kelihatan abu-abu dimana-mana, abu beterbangan ganggu pernafasan dan juga jarak pandang jadi minim, apalagi kalo ada bus ngebut, beuh abu nya terbang kemana-mana bikin mata pedes.
Ini adalah salah satu pengalaman menakutkan buat aq, beberapa waktu sebelumnya juga ada gempa dan puting beliung yang sempet bikin deg-deg an juga, smoga smuanya baik-baik saja dan abu segera beres dari kota Jogja. Buat para korban, aq turut berduka cita atas semua ini, semoga kita smua bisa mengambil hikmahnya, bisa bersabar dan tegar. =)

Ini ada berita mengenai yang aq kutip dari www.vivanews.com :



Ini Kronologi Letusan Merapi Dini Hari Tadi
Pada pukul 00.50 WIB, terjadi ledakan di puncak Merapi. Letusan vertikal capai radius 2 km
Sabtu, 30 Oktober 2010, 08:29 WIB
Elin Yunita Kristanti
Letusan Gunung Merapi tahun 2006 (www.volcanodiscovery.com)
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Sabtu dini hari tadi, 30 Oktober 2010, Gunung Merapi kembali meletus, kali ini teramat dahsyat. Warga di lereng gunung dikejutkan oleh suara ledakan di puncak Merapi yang memekakkan telinga.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, menggambarkan situasi tadi malam dengan dua kata: seram dan panik.

"Tinggi asap 3,5 kilometer, warna hitam. Masyarakat panik karena Merapi tak pernah bikin petasan sebesar itu," kata Surono kepada VIVAnews.

Dalam laporan aktivitas Merapi yang diperoleh VIVAnews, Surono menjelaskan, telah terjadi letusan berupa awan panas besar berdurasi maksimum 22 menit. "Berdasarkan hasil pemantauan instrumental, dan visual, sampai dengan pukul 03:00 WIB menunjukkan aktivitas vulkanik masih tinggi," kata Surono.

Ditambahkan dia, sampai saat ini, status aktivitas Gunung Merapi ditetapkan pada tingkat 'awas' (level 4).

Berikut kronologinya:

29 Oktober 2010

- Pukul 19:23, 20:20, 21:40 WIB terjadi awan panas kecil-sedang arah ke Kali Lamat, Kali Senowo, Kali Krasak.
30 Oktober 2010
- Pukul 00:16 WIB terjadi awan panas besar dengan durasi 7 menit ke arah K. Lamat, K. Senowo, K. Krasak.

- Pukul 00:35 WIB terjadi awanpanas besar dengan durasi 22 menit ke arah K. Gendol, K. Kuning, K. Krasak, K. Boyong.

- Pukul 00:50 WIB terjadi ledakan di puncak. Bola api dan letusan vertikal mencapai radius 2 km, tampak dari Pos Selo, Jrakah, Ngepos, dan Kaliurang. Ketinggian asap mencapai 3,5 km. Getaran letusan dapat dirasakan oleh penduduk yang berada dalam radius 12 km (Desa Srumbung di Barat Daya Gunung Merapi).

- Hujan pasir mencapai radius 10 km hingga Desa Hargobinangun, sedangkan hujan abu dilaporkan terjadi di Desa Krasak Kabupaten Bantul.

***

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana meminta agar daerah rawan bencana III, khususnya di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam jarak radius 10 kilometer, dikosongkan.

Penduduk Sleman, Yogyakarta, serta Magelang dan Klaten di Jawa Tengah yang tinggal dekat dengan Merapi diminta mengungsi di daerah-daerah aman.

"Masyarakat diminta tidak panik dan terpengaruh dengan isu yang beredar mengatasnamakan instansi tertentu mengenai aktivitas Merapi," Surono mengimbau. "Tetap mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat yang selalu berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi." (kd)

• VIVAnews

Tags:

Share:

0 comments