Cinci (dipaksa) pergi..... T.T

Cinci, kelinci peliharaan di rumah yang aku dapatkan sejak dia masih kecil harus pergi dari rumahku. Dia dijual oleh bapakku. Aaaaaaaaaaaarrrrgh! Sebal, kesal, gondok rasanya, dan akupun menangis. Aku adalah seorang penyayang binatang, aku tak tega bila ada binatang terlantar, binatang disiksa apalagi sakit.

Cinci dulu pernah sakit, ada benjolan besar di kepalanya, dan akulah yang mengobatinya hingga sembuh sampai sekarang. Sekarang Cinci sudah tumbuh menjadi kelinci yang besar dan sehat, dengan bulu putih lebatnya sungguh menggemaskan. Setiap aku pulang dari Jogja, masuk dari pintu samping, selalu Cinci
yang aku sapa pertama kali karena kandangnya berada di dekat sana. Aku sayang Cinciiiiiiiiii...aku ingin Cinci mati di kandang itu juga. Tapi kenapa bapak menjualnyaaaaaa??????!!!!!!!! Aaaaaaaaaaaaargh! Kata bapak, bapak sudah malas memberinya makan, menghabis-habiskan uang saja seminggu harus menyediakan 10000 rupiah untuk makanannya. Aelaaaah, kalo saja aku boleh memelihara hewan di kos an, sudah kuboyong semua binatang peliharaanku ke Jogja, ada kura-kura, kucing dan kelinci ini. T.T. Cinci dibeli oleh seorang peternak kelinci dengan harga murah sekali, heiii memangnya kelinci itu seharga itu, kalo mau beli, bayar seharga milyaran! Aku tak mau melepasnya!! Tapi secara sembunyi-sembunyi bapak menjualnya, dan begitu aku memergoki transaksi itu, aku marah dan langsung masuk ke dalam rumah. SEBEEEEEEEEEEEELLLLLLLLLLLLL!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Ah sudah puas aku menuliskan amarahku di sini, ingin rasanya aku membeli ratusan kelinci dan aku sebar di seluruh rumah! Hosh hosh hosh hosh!  Awas saja kalo sampe kura-kura ku yang sudah 8 tahun ada di rumahku sampai dijual juga !!!
Yah, smoga ini baik untuk Cinci, smoga Cinci bisa lebih gemuk di sana dan bisa hamil+punya keturunan yang unyu unyu...dadaaaaaa Cinci

*Cinci, baik-baik ya di sana. Love u Cinci =*

Share:

2 comments