Air matamu, kelemahanku

Perlu kekuatan untuk menahan tetes air mata ketika aku akan menulis ini, dan perlu mendengarkan lagu up beat untuk mengurangi lebihnya iba di hati.
Seorang ibu, hampir tak bisa kukatakan bagaimana mendeskripsikannya. Pengorbanan, kasih sayang, cinta, doa, perjuangan, kerja keras, dan banyak lagi telah dilimpahkan untuk aku. Namun sampai detik ini apa yang bisa aku limpahkan ke beliau? Belum ada titik tinta di atas kertas yang menuliskan jawabannya.

Air mata ibu, itulah kelemahanku. Tak pernah sedikitpun aku tega melihat air mata ibu. Walaupun pernah tak kutampakkan air mataku di depan beliau tapi sesungguhnya hati ini sudah sangat teriris dan menitikkan air mata. Setitik air mata ibu sama dengan bertitik-titik air mataku. Ingin rasanya aku wujudkan semua keinginan  beliau, perintah beliau, dan segalanya hanya agar 1 mili 2 mili air mata itu tak membasahi kulit keriput beliau. Ya Allah berikan aku kesempatan berlebih untuk membahagiakan beliau, menunjukkan sayangku ke beliau dan berhasil menjadi seorang wanita yang diinginkan beliau. Hamba mohon ya Allah, amiin.

Share:

1 comments