Bersejarah

Halaman depan
Ruang tamu a.k.a markas
Pondokan kami, rumah bu dukuh, merupakan rumah kakek dari ibu dukuh kami. Ibu dukuh berusia sekitar 40 an, bisa ditebakkan berapa usia rumah ini. Rumah kokoh nan antik ini pernah dijadikan kantor kelurahan pada masa penjajahan Belanda, kemudian keluarahan berpindah ke Nepen.
Rumah ini jgua pernahh digunakan sebagai gedung sekolah pada masa penjajahan Belanda juga.
Rumah ini pernah digunakan sebagai tempat pengungsian saat Belanda melakukan penyerangan di tanah D.I. Yogyakarta.
Di bagian barat rumah terdapat bekas kebakaran, rumah ini dulu sempat akan dibakar oleh Belanda namun untungnya hanya bagian barat itu saja tidak menyeluruh.
Simbah, kamimenyebut bapak dari ibu dukuh, sengaja tidak mengubah struktur rumah ini terutama baggian depan dan tengah, sekalipun itu hanya dikeramik, beliau enggan mengubah rumah ini karena sudah terlalu banyak nilai sejarah yang hadir di rumah ini. Sungguh unik dan istimewa pondokan kami.

Share:

0 comments