Setengah Jam Sejuta Hikmah

Hari ini aku sungguh merasakan syukur yang sangat amat dalam yang kupanjatkan pada Allah SWT. Ucap alhamdulillah ini tak berhenti mengalir atas segala yang telah diberikan Allah pada ku terutama keluargaku.

IGD sebuah rumah sakit di Yogyakarta, di dalam ruang yang tak begitu luas itu perasaan campur aduk membuncah dari dalam hati. Tampak beberapa orang duduk, berdiri, berharap cemas menunggu kepastian yang akan diberikan oleh Allah : meninggal atau sehat. 

Berawal dari mengunjungi teman kos (korban 2) yang mengalami kecelakaan. Di dalam IGD aku merasakan atmosfer yang begitu pedih. Beberapa pasien pasrah akan keadaan, juga ada yang mengeluh dan marah sejadi-jadinya atas apa yang sedang dialaminya. Tampak di sudut IGD beberapa pria dan wanita dewasa menunggu cemas di depan pintu ruang operasi, menunggu nasib seorang pria muda yang menjadi korban 1 kecelakaan beruntun yang juga dialami korban 2 tadi sore. Seolah merasakan apa yang dirasakan sekumpulan orang disana, hati ini kalut, turut cemas memikirkan keadaan korban 1 selain korban 2. Tak lama kemudian terdengar tangis pecah di tengah mereka, beberapa berpelukan erat sembari menyebut nama korban 2 sekuat tenaga, terduduk lemah tak berdaya di depan saksi bisu. Dokter memberi tahu kami bahwa korban 2 telah meninggal dunia (Innalillahi wa innaillaihi roji'un). Suasana ruang penuh kekalutan, pecah tangis, teriakan amarah seorang pasien gegar otak, dan melihat pasien lain terbaring nampak tersiksa membuat air mata ini pun turut menitik, tak tega, tak kuat seolah perasaan semua orang disana terserap di dalam diri ini. -maaf tak berlanjut, aku sudah tak bisa berkata-kata menggambarkan apa yang kurasakan tadi-

Setengah jam sejuta hikmah, itulah yang kudapat dari apa yang kualami hari ini. Astagfirullah, Alhamdulillah, Allahhu akbar. Aku sangat bersyukur, bersyukur, bersyukur,alhamdulillah Allah senantiasa memberiku dan keluargaku kesehatan, keselamatan dan perlindungan. Manusia hidup di dunia tak ada yang tau kapan dijemput maut. Kehati-hatian tak akan ada artinya kalo Allah sudah berkehendak, ada saja yang bisa membuat kita terjatuh, tersungkur, lemah tak berdaya bahkan meninggal hanya dalam hitungan detik bahkan sepersekian detik. Mengingat-ingat diri ini suka bermain dengan motor, tak berhati-hati dan sembrono di jalan, memacu kencang motor, menyalip kanan dan kiri seenaknya sendiri tapi masih diberi kesehatan dan keselamatan sampai detik ini, sholat tidak tepat waktu tapi masih diberi kesempatan untuk melaksanakan sholat, kadang berbuat salah kepada orang tua tapi masih diberi kesempatan untuk meminta maaf,......menyadarinya membuat bibir ini bergetar kencang mengucap Alhamdulillah, Allahuakbar, Astagfirullah. 

Siapa yang tau kita mati kapan, tak ada! Membayangkan diri ini terbujur kaku sebelum menunaikan sholat karena menunda membuat air mata semakin deras mengalir. Astagfirullah ya Allah astagfirullah, ampuni seluruh dosa hamba, alhamdulillah ya Allah alhamdulillah atas segala yang telah Engkau berikan hingga tak bisa diucapkan satu persatu, Allahuakbar ya Allah Allahuakbar kuasa-Mu tak tertandingi, kami hamba-Mu tak ada apa-apanya di hadapan-Mu. Satu sentilan-Mu telah membuat manusia terbaring tak berdaya di kasur-kasur yang tak pernah diimpikan oleh semua orang, benar-benar lemah dikelilingi peralatan medis entah berapa banyaknya. Bayangkan saja jika kita meninggal dalam keadaan belum sholat atau sedang bermasalah dengan orang tua atau sedang dalam proses membahagiakan orang tua??? Naudzubillahimindzalik.

Semua itu kuasa Allah SWT. Bersyukurlah selalu pada Allah SWT atas segala yang telah kita dapatkan, minta ampunlah selalu atas segala khilaf yang telah kita lakukan. Umur, kesehatan, hidup, mati tak ada yang bisa menentukan kecuali Allah SWT.

Tags:

Share:

0 comments