Indonesia Siap 4G

Teknologi komunikasi terus berkembang, hingga saat ini teknologi komunikasi sudah mencapai 4G. Teknologi 4G memiliki keunggulan dalam hal kecepatan akses komunikasi data. Teknologi 4G adalah LTE (Long Term Evolution). LTE adalah sebuah teknologi komunikasi selular bidang-luas yang merupakan perkembangan dari teknologi sebelumnya (yaitu 3rd Generation (3G)) dan disebut sebagai generasi 4th Generation (4G). LTE memberikan peningkatan dalam hal pesat data, cakupan dan kapasitas layanan yang lebih besar, pengurangan biaya operasional, fleksibel dalam penggunaan bandwidth dan juga dapat terintegrasi dengan teknologi yang sudah ada. LTE dengan kecepatan data yang dihasilkan mencapai 150 Mbps, hal ini tentu sangat mendukung fenomena pergeseran arah komunikasi dari suara menjadi data sekarang ini. Diperkirakan pada tahun 2015 sekitar 1 milyar orang sudah mengakses internet dengan menggunakan perangkat nirkabel seperti telepon selular [Cisco,2011].
Hadirnya 4G di Indonesia memberikan tantangan tersendiri bagi pemerintah, penyedia jasa layanan telekomunikasi (operator), masyarakat pengguna layanan telekomunikasi dan para pelaku bisnis perangkat telekomunikasi. Ketersediaan frekuensi menjadi suatu tantangan bagi pemerintah, agar dapat mengoperasikan LTE di Indonesia maka pemerintah harus menyediakan frekuensi yang handal untuk digunakan di Indonesia dari beberapa pilihan yang ada seperti 700 MHz 1,8 GHz, 2,3 GHz atau 2,6 GHz dan harus dapat menjamin keandalan komunikasi pada frekuensi tersebut. Bagi operator, perangkat dan software pada switching system perlu dilakukan upgrade agar dapat mendukung jaringan LTE. Tantangan terbesar bagi para operator tentu adalah perang tarif komunikasi data. Kenapa perang tarif lebih fokus di komunikasi data? Ya, karena LTE menawarkan kecepatan yang tinggi dalam akses komunikasi data dan masyarakat sekarang lebih banyak menjadi penikmat komunikasi data dibandingkan komunikasi suara. Para pengguna tentu akan memanfaatkan jaringan LTE semaksimal mungkin untuk mengakses data dan pasti ada keinginan untuk memperoleh kualitas layanan yang mapan dengan harga terjangkau, dari sini operator yang satu dengan yang lain akan menghadapi persaingan dalam hal tarif komunikasi data dan ini menjadi tantangan tersendiri yang harus dipersiapkan oleh seluruh operator dalam menyambut 4G.
LTE tentu masih asing di telinga masyarakat awam. Pengetahuan masyarakat akan telekomunikasi dinilai masih kurang, selama ini masyarakat hanya menggunakan apa yang telah tersedia tanpa mencari tahu apa yang sebenarnya mereka gunakan selama ini seperti teknologi 3G yang sudah lama digunakan. Masyarakat awam tidak begitu paham mengenai apa bedanya GPRS, EDGE, HSDPA, 3G dan sebagainya. Kurangnya pengetahuan di bidang telekomunikasi membuat masyarakat tidak memaksimalkan manfaat dari teknologi komunikasi yang telah digunakan. Demi kesiapan menghadapi lahirnya teknologi 4G di Indonesia, alangkah baiknya apabila masyarakat telah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai apa itu teknologi 4G, apa yang unggul dari teknologi tersebut, apa bedanya dengan teknologi-teknelogi sebelumnya, apa yang dibutuhkan dari sisi perangkat pengguna (handset) dan bagaimana memaksimalkan penggunaan LTE untuk kepentingan masyarakat, seperti pengembangan pendidikan, bisnis dan ekonomi masyarakat. Pemberian pengetahuan mengenai LTE kepada masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai media, seperti seminar, iklan layanan informasi di televisi, gembar-gembor informasi lewat media sosial, media cetak dan sebagainya. Harapannya, lahirnya 4G di Indonesia tidak hanya sebagai ajang mengikuti tren komunikasi dunia yang semakin maju tapi Indonesia siap menerima dan dapat memaksimalkan penggunaan teknologi LTE yang telah masuk di tanah air. Apa gunanya sulit-sulit memperjuangkan kelahiran teknologi LTE jika setelah lahir hanya dimanfaatkan seadanya, tidak maksimal dan tidak memberikan kontribusi besar pada perkembangan dunia pendidikan, bisnis dan ekonomi masyarakat Indonesia.
Bila ditilik dari segi para pelaku bisnis perangkat telekomunikasi, handset khususnya, tentu ini menjadi suatu peluang yang besar, karena dengan adanya LTE maka handset yang digunakan harus mendukung LTE dan ini dapat dikatakan bahwa seluruh handset yang telah dimiliki masyarakat harus ganti dengan handset yang mendukung LTE. Suatu tantangan tersendiri bagi pelaku bisnis, peluang bisnis handset LTE akan sangat menggiurkan namun juga membutuhkan modal yang besar karena harga handset yang mendukung LTE tentu tidaklah murah, dan mungkin akan sulit menembus kalangan menengah ke bawah. Target pasar handset LTE mungkin akan lebih difokuskan untuk kalangan menengah ke atas.
Dengan segala persiapan yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak, kecukupan pengetahuan masyarakat akan teknologi 4G, dan kesiapan menghadapi tantangan dalam menyambut lahirnya teknologi 4G di Indonesia diharapkan Indonesia siap menerima kehadiran LTE dan maksimalkan penggunaan LTE untuk berbagai pengembangan sektor di Indonesia.


Share:

2 comments