Museum Gajah

Tak ada rencana sama sekali untuk mengunjungi museum ini, boro-boro berencana, tau lokasi tepat Museum Gajah saja tidak,hahaha, padahal saya kerap melintas Jalan Medan Merdeka Barat.

Berawal dari naik bus City Tour Jakarta dan tetiba bus berhenti di Museum Gajah, saya dan ibu memutuskan untuk turun saja dan spontan memutuskan untuk mampir masuk ke Museum Gajah detik itu juga. Tanpa pikir panjang kami langsung menuju loket tiket, oh ya sebelumnya kami menitipkan barang bawaan terlebih dahulu ke tempat penitipan barang yang terletak tepat di samping loket. Harga tiket sangat murah, cukup dengan merogoh kocek 5000 rupiah untuk dewasa dan 3000 rupiah untuk anak (weekend) kita sudah bisa masuk ke dan menjelajahi seisi museum gajah yang luas.

Wujud Museum Gajah begitu masuk dari gerbang depan
Museum Gajah ini museum yang terawat karena tampak dari tembok-temboknya yang masih utuh, cat yang masih  bersih dan koleksi-koleksi yang terawat.

Ruang pertama yang saya kunjungi adalah ruang di sebelah kiri, di dalamnya berisi perabotan-perabotan lawas nan cantik, saksi sejarah masa lampau. Dilanjutkan ke ruang sebelah kanan, begitu masuk koridor kanan kita disambut oleh pajangan dinding bermotif batik, dari sinilah kita mulai petualangan di dalam Museum Gajah. Pertama kita akan dibawa ke koleksi budaya tiap daerah di Indonesia mulai dari barat hingga timur, kita bisa menjumpai alat musik tradisional khas daerah, baju tradisional, senjata, kerajinan, seni, simbol adat, patung-patung, artefak dan lainnya.
Perangkat pertunjukan wayang kulit lengkap dengan instrumen gamelannya
Lorong museum dengan banyak koleksi di kanan-kirinya
Salah satu koleksi alat musik - SASANDO
Potret koleksi wayang (Right: Batara Wisnu, Left: Batara Guru)

Potret koleksi kerajinan tradisional
Koleksi perahu panjang (entah apa namanya saya lupa)
 Berhubung waktu saya tidak banyak di sini sempat terlintas di pikiran "ini mana pintu keluarnya" karena museum ini luas sekali dan banyak sekali koleksi menarik yang dipamerkan membuat saya ingin segera melihat seluruhnya dalam waktu yang cepat, rasa penasaran ini membuat saya semakin tertarik dan semakin asik menjelajahi museum hingga ke sudutnya.
Di dalam museum terdapat ruangan yang berisi miniatur rumah adat daerah di Indonesia yang terbuat dari kayu dan bambu, sungguh indah.

Beberapa koleksi miniatur rumah adat    


Setelah menyelesaikan ruangan rumah adat ini kita akan dibawa ke ruangan berisi koleksi keramik-keramik kuno dunia berupa peralatan makan, guci, gentong dan sebagainya. (sayang foto yang saya ambil di ruang keramik  terhapus)

Setelah menyelesaikan ruang keramik kita dibawa ke area outdoor yang terletak di tengah museum. Di area ini banyak arca terpajang dari ukuran kecil hingga besar.

Museum Gajah dari dalam (terbukti kalau Museum Gajah memang terawat)
Koleksi arca
Dan berakhirlah penjelajahan kami di Museum Gajah, cukup melelahkan, membutuhkan waktu hampir 2 jam untuk berkeliling (plus istirahat dan foto2 :P ) di dalamnya. Area arca ini adalah ujung penjelajahan di Museum Gajah, sebenarnya saya ingin melanjutkan ke Museum Nasional yang berada tepat di sebelah gedung Museum Gajah, namun karena waktu yang sudah hampir magrib maka saya dan ibu memutuskan untuk pulang.

Ayo kita nikmati Jakarta dengan cara yang berbeda, kalau bosan dengan mall isi hari libur dengan wisata sejarah seperti mengunjungi museum. VISIT JAKARTA! :D

How to get there??
Banyak cara untuk menuju ke Museum Gajah salah satunya dengan bus City Tour Jakarta. Halte bus City Tour Jakarta bisa ditemui di beberapa titik pemberhentian. Saya mengambil halte Bundaran HI, bus melewati jalan MH.Thamrin kemudian berbelok ke Jalan Medan Merdeka barat dan berhenti di halte yang terletak tepat di depan Museum Gajah, mudah kan? Tinggal duduk manis di salam bus yang nyaman ini dan  sampailah kita di Museum Gajah.
Have a nice weekend pals :D


Ibu berpose di depan bus City Tour Jakarta :))




Share:

0 comments