Kerinduan Seorang Ibu

Menyedihkan kadang, kalo tahu orang tua hanya berdua saja di rumah tidak ada anak-anak yang menemaninya bercengkrama. Aku tahu mereka pasti merindukan kehadiran anak-anaknya seperti saat masih kecil dulu, meski kami sudah dewasa tapi aku tahu pasti mereka merindukan rengekan manja kami, nakalnya kami, candaan kami, dan tingkah tingkah konyol kami semasa kecil dan remaja.

Kini keadaan sudah berbeda, aku sudah sejak 2009 tidak tinggal dengan orang tua, kuliah di Jogja 2009-2013, kerja di Jakarta 2014-sekarang, adik pertama kuliah di Bandung sudah sejak 2011 sampai sekarang dan adik kami yang paling kecil kini SMA kelas 2 dan sudah mulai sibuk dengan urusannya sendiri, sekolah dari pagi lalu mengikuti kegiatan sekolahnya hingga petang, begitu setiap hari dan kerap membuat Ibu sedih karena anak gadisnya yang paling kecil itu kini sudah tak seperti dulu lagi yang selalu menemani beliau semenjak aku dan adik pertamaku tinggal di luar kota. 

Ibu kami adalah tipe ibu yang sangat mudah khawatir pada kondisi anaknya, selalu was was dan takut kalo anaknya kenapa-napa, bahkan selama di Jakarta aku tidak diijinkan pergi sendirian, tidak diijinkan naik motor, tapi aku melawannya hehe, dan bila aku memberitahu beliau aku sedang melakukan hal-hal yang tidak beliau ijinkan (dengan alasan kepepet), ibuk akan marah dan menasihati macam-macam tapi aku selalu bisa meyakinkan : I'm fine buk :)

Dan kemarin dalam sebuah percakapan di aplikasi pesan instan ibuk berkata :
"Akhir2 ini aku kangen karo anak2. Pengin meluk ketiga nya"

Betapa hati ini miris membacanya, Ibuk benar-benar kangen dengan ketiga anaknya yang kini sudah dewasa. Aku berusaha membesarkan hatinya, mengatakan bahwa minggu depan in sha Allah kita akan bertemu buk.

Ibuk juga bercerita kalau adik paling kecil kami sakit, dan ibuk berkata kalau ibuk sedih tapi juga senang. Kenapa senang adik sakit? Ibuk bilang, karena dengan adik sakit Ibuk bisa menungguinya di kamar dan melihatnya setiap hari, dan Ibuk senang adik memanggil-manggil "Buk....buk"

Sungguh.....sungguh air mata ini telah menetes deras, tak pernah lupa kupanjatkan doaku untuk Ibuk dan Bapak agar sehat dan bahagia selalu. Waktu berjalan begitu cepat, ketiga anak telah beranjak makin dewasa, tapi satu hal yang pasti, seberapa dewasanya seorang anak, orang tua akan selalu menganggap anak-anaknya masih kecil dan akan selalu dirindukan oleh mereka.

I love you Ibuk :')

Share:

0 comments