Go(w)es CFD to SCBD

Sudah berapa lama ya saya tidak sepedaan lagi. Hobi saya yang satu ini akhirnya saya lakukan lagi setelah entah berapa lama. Dulu jaman kuliah saya sering main sepedaan bersama teman-teman keliling Jogja, dulu pernah naik ke Jakal (jalan Kaliurang) kilometer 14, trus sepedaan malam puter-puter Jogja dan berakhir di alun-alun utara bareng temen-temen kuilah serombongan, pernah juga sepedaan dalam rangka ulang tahun jurusan, sering deh. Kalo di Solo saya menyempatkan sepedaan di hari Minggu keliling Manahan. Yang menularkan hobi sepedaan ini adalah bapak saya, selain itu bapak juga menularkan hobi badminton.
Okay langsung saja, hari Minggu waktunya car free day. Percaya atau tidak, selama setahun tinggal di Jakarta baru kali ini akhirnya saya ke CFD. Cukup susah mengajak teman CFD-an, kalo mau sendirian berangkat rasanya kan ngenes banget ya, kadang juga teman-teman kuliah dari Jaksel mengajak CFD-an tapi meeting pointnya nan jauh di Senayan sana, sementara saya sendiri dari Jakpus, oh no, thank you.
Dan kali ini setelah beberapa hari sebelumnya direncanakan dan berhasil ngompori teman-teman kantor untuk sepedaan, berangkatlah sepedaan ke CFD (pake sepeda modal pinjem hehe). Sekitar pukul 06.00 kami sudah mengayuh sepeda penuh semangat. Tujuan kami adalah SCBD (Sudirman Central Business District) meeting point dengan senior saya yang tinggal di Jaksel. Perjalanan dimulai dari Kemayoran, lanjut ke arah Sawah Besar, lalu Harmoni. Kata Mas Fandy kalo sepedaan jangan ambil jalan yang sempit, karena kita akan kalah dengan kendaraan besar seperti mobil dan busway, that's why kita ambil arah Harmoni lalu lewat Medan Merdeka Barat, Monas lalu Bundaran HI. Kami sampai di bundaran HI sekitar pukul 7, dan suasananya sudah ramai like this below...
CFD - Bundaran HI jam 7 pagi
Dan keramaian ini akan bertambah kalo hari makin siang, well kita lanjutkan sepedaan.

Betewe, Jakarta itu enak loh sebenarnya, kalauuuu tidak banyak kendaraan, kalauuuu polusinya sedikit, beneran! (nenek-nenek juga tau kali ya haha). Saya benar-benar menikmati sepedaan di tengah kota Jakarta, yang biasanya menyusuri jalanan Jakarta pake busway, bajaj ato taksi sekarang bisa menyusuri pake sepeda, bisa menikmati pemandangan gedung-gedung tinggi di sisi kanan kiri, menghirup segarnya udara pagi. Entah mengapa pagi itu gedung-gedung pencakar langit Jakarta tampak ramah sekali dipandang.
Gowes terus gowes, kring kring, berkali-kali bel harus dibunyikan karna jalanan penuh orang dan sangat gak lucu kalo kita nabrak pejalan kaki :)). Jalan mulai menanjak di Sudirman, pasang gear 2 lanjut gowes sekuat tenaga. 
Sekitar pukul setengah 8 kami sampai di kawasan SCBD, setelah muter-muter akhirnya kami bertemu dengan mas Rakhmat di sebelah Galeries La Fayette tepatnya di halte drop off. Setibanya disana banyak sekali pesepeda lain yang sedang istirahat, tentu bukan pesepeda biasa, mereka adalah para pembalap sepeda yang bergabung di club-club tertentu.
Para pembalap sepeda
Sekitar 15 menit kami menghela napas, mengeringkan keringat dan melenturkan otot disini. Perut pun mulai keroncongan, kami lanjutkan sepedaan menuju ke Cikini. Ada apa di Cikini? Kenapa Cikini? Yuk cus, kring-kring.
Alhamdulillah cuaca hari itu sedikit mendung, tidak panas, sangat nyaman untuk bersepeda apalagi jarak yang cukup jauh begini (buat saya sih jauh,hehe). Keluar kawasan SCBD, kami melewati flyover Semanggi dan turun di Jalan Sudirman. Sebagai orang yang suka fotografi saya berhenti sebentar untuk mengambil gambar, and here it is...

diambil dari flyover Semanggi
Dan benar pukul setengah 9 kami masuk ke daerah Dukuh Atas dan ramainya bukan main, kami harus pandai mengatur kecepatan sepeda, mengarahkan sepeda dan mencari jalan karena ratusan bahkan ribuan orang tumpah di jalan dan sempat membuat kami terhenti dan mengayuh sepeda amat pelan saking gak bisa lewatnya. Akhirnya setelah berhasil menembus kerumunan orang lalu lalang, sampailah kami di Bundaran HI, biar kayak orang kekinian, kami foto-foto dulu di depan Bundaran HI hehe.
Mas Fandy, me and mas Rakhmat





Untuk menuju ke Cikini kami mengambil ke arah Taman Soeropati lewat jalan Imam Bonjol, berhenti di Taman Soeropati untuk ambil gambar bentar, lalu lanjut ke Cikini. Inilah rute yang kami lewati dari Bundaran HI ke Cikini.
Eh ketauan tujuannya, yap benar kami mau mengisi perut di RM Ampera 2 Tak yang terkenal itu. Dan perjalanan berakhir disini dengan perut kenyang.
RM Ampera 2 Tak - Cikini
Perjalanan yang kami tempuh kurang lebih 32 km, benar-benar tidak terasa lho kalo ternyata sudah sejauh itu. Itu berarti ACHIEVEMENT UNLOCKED untuk saya! Yeay!
Saya tidak sabar lagi untuk gowes ke daerah lain. 
Karna hidup harus seimbang, kerja iya, olahraga harus, salam gowes (((kring kring)))

Gowes Tips :
# Siapkan air mineral selalu di sepeda
# Kalo capek jangan diforsir, mending istirahat di tengah jalan
# Sadari kekuatan diri sendiri jangan sampai tumbang di jalan
# Bawa handuk kecil untuk mengusap keringat
# Ambil jalur yang kira-kira tidak terlalu banyak kendaraan biar tetep aman
# Lebih baik pake pannier untuk menaruh barang-barang (kayak sepeda mas Rakhmat), saya cukup kerepotan karena tidak membawa tas, waktu itu saya bawa hape dan dompet kecil berisi KTP dan uang, sengaja bawa KTP kalo terjadi apa-apa, penting loh
# Sebelum olahraga pastikan isi perut dulu




Share:

0 comments