Singapore 2 Nights 3 Days



# Day 1
CGK – SIN
Changi naik MRT last train beli tiket seharga 2.3 SGD menuju ke Bugis. Transit di Tanah Merah untuk oper jalur ke Bugis. Sampai di Bugis station kita harus melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki sekitar 500 meter ke hostel. Kami menginap di ABC Hostels di Jalan Kobor, Bugis. Sesampainya di ABC Hostels kami check in dan melunasi separuh biaya kamar karena separuhnya sudah kami bayar di Indonesia, oiya ada tambahan deposit sebesar 30 SGD. Biaya itu biasanya digunakan sebagai biaya jaminan atas kerusakan fasilitas hostels yang dilakukan oleh pengunjung, biaya ini nantinya akan dikembalikan saat check out.
Kamar kami berukuran sekitar 3 x 3 m2 sudah termasuk kamar mandi dalam, cukup sempit memang, namanya juga hostels. Fasilitas kamar ini cukup oke, not bad lah untuk backpacker, double bed tingkat, meja berhias, handuk, air minum, air panas mandi, dan yang paling penting bersih.

# Day 2
Travel time!
Destinasi pertama kami adalah Merlion Park. Dari Bugis station kami bergerak sejak pukul 07.30 menggunakan MRT menuju ke Rafles Place Station. Dari Rafles Place station kami berjalan kaki lumayan jauh sekitar setengah kilometer, dan sampailah kami di Merlion Park, menemui icon Negara Singa ini. 





Singapore River Cruise and Merlion
Saat itu masih pagi namun banyak sekali turis asing seperti kami yang sedang asik berfoto dengan Merlion, ataupun Marina Bay Sands yang berdiri gagah dari kejauhan. Di kawasan ini kita bisa melihat pemandangan indah berupa secuwil sudut Singapore, mulai dari gedung-gedung pencakar langit, Marina Bay Sands, Singapore Flyer dan juga Esplanade. FYI Marina Bay Sands dikembangkan oleh Las Vegas Sands milik Sheldon Adelson seorang konglomerat di negara Paman Sam.

Destinasi kami selanjutnya adalah Gardens By The Bay. Karena kami backpacker, kami tak menggunakan River Cruise, ya kami jalan kaki ke Marina Bay Sands dengan jarak tempuh sekitar 1,5 km hahaha. Terbayang kan betapa keringat mengucur derasnya, apalagi saat itu cuaca panas dan udara lembab. Untuk menuju ke Marina Bay Sands kami melintasi jembatan Double Helix yang memiliki arsitektur yang unik.
Double Helix
 Dari The Shoppes Marina Bay Sands kami harus berjalan memutar, karena Gardens By The Bay terletak di balik Marina Bay Sands bila dipandang dari arah Merlion. Satu kesalahan kami, kami hanya sarapan dengan selembar roti dan kami pun kelaparan. Ditambah lagi mencari makanan di Gardens By The Bay yang wilayahnya sangat luas, sulit sekali. Usai brunch kami mulai petualangan di Gardens By The Bay. Ticket sudah di tangan, Cloud Forest jadi tujuan pertama kami. Masuk ke Cloud Forest serasa di pegunungan, udaranya dingin, derasnya air terjun dan percikan airnya menyegarkan tubuh kami yang sedari tadi kepanasan di luar. Cloud Forest memiliki air terjun buatan yang turun dari puncak gunung buatan setinggi 35 meter. Berbagai jenis tanaman ada di sana, dan kita pun bisa berjalan-jalan di skywalk yang melingkari gunung buatan.

Waterfall


Skywalk
 

Puas mengitari Cloud Forest, tujuan kami selanjutnya adalah Flower Dome. Wanita mana yang tak suka bunga, saya sebagai penyuka bunga merasa berada di surga ketika masuk ke Flower Dome. Betapa tidak, berbagai jenis bunga dari kawasan Mediterania dan subtropics ada disini. Anda bisa berfoto dengan berbagai bingkai berbentuk perangko raksasa yang terpajang di banyak sudut Flower Dome. Jangan kuatir kepanasan, meskipun ini rumah kaca seperti di Cloud Forest tapi udara disini sangat sejuk dan membuat pengunjung selalu nyaman. Selesai mengitari kawasan ini kita akan berakhir di souvenir shop Gardens By The Bay, harga souvenir disini bisa dibilang standard untuk souvenir shop di tempat wisata megah seperti ini.
Flower Dome

Flower everywhere
Cloud Forest sudah, Flower Dome sudah, saatnya ke destinasi terakhir di Garden By The Bay, yang rasa-rasanya sayang kalo dilewatkan..... Supertree Groove (OCBC Skyway). Untuk bisa berjalan-jalan di Supertree Groove kita harus membeli tiket seharga 5 SGD, kemudian naik lift and here we go.



Dari Supertree Groove kita bisa menikmati pemandangan sekeliling Gardens by The Bay dari ketinggian. Bagi yang takut ketinggian, ini tidak mengerikan ko. Puas berfoto-foto kami kembali turun dan mengakhiri petualangan disini.
Waktu sudah sore, kami beranjak meninggalkan Gardens By The Bay menuju ke destinasi selanjutnya. MRT dari Bayfront station akan membawa kami ke Orchard Road, namun di tengah perjalanan kami transit di Chinatown dan memutuskan untuk singgah ke Chinatown dulu. 


Berada di Chinatown adrenalin untuk belanja langsung meningkat. Bagaimana tidak, keluar station langsung disambut jalan lurus yang kanan kirinya berjajar kios oleh-oleh murah di sepanjang jalan. Tulisan “3 for $5” , “3 for $10”, “2 for $5” bertebaran dimana-mana. Alhasil kami langsung berbelanja berbagai pernak-pernik khas Singapore sebagai oleh-oleh. Niat awal kami ke Chinatown sebenarnya hanya untuk ke Tintin Shop, karena salah satu teman kami berniat membeli kaos Tintin, tapi kenyataannya beberapa kantong kresek sudah tertenteng di tangan kami, haha.

Karna waktu itu sudah menunjukkan hampir pukul 5 sore, kami menuju ke sebuah masjid di kawasan Chinatown untuk melaksanakan sholat, sungguh rasanya bahagia sekali bisa bertemu sebuah masjid di Singapore, Masjid Jamae (Chulia) namanya, tepatnya di South Bridge Road.
Usai sholat kami kembali masuk ke Chinatown dan singgah ke McDonald’s untuk makan lagi, lelah berjalan membuat kami cepat lapar hehe. Dan percayalah, burger dan milo di Singapore ini jauh lebih enak daripada di Indonesia, kalau tidak percaya silakan coba sendiri haha. Perut kenyang saatnya beranjak ke Orchard menggunakan MRT dari Chinatown.
Di Orchard Road kami hanya berjalan-jalan di Tangs, Ngee Ann City, Lucky Plaza dan berakhir duduk ngemper di tepi jalan sembari menikmati sepotong ice cream Orchard dan menikmati lagu-lagu yang dibawakan seorang street performer, it’s kinda tired but nice Saturday night.

FYI, di Lucky Plaza anda bisa berbelanja berbagai macam oleh-oleh mulai dari gantungan kunci hingga coklat dengan harga miring. Bila anda ingin berbelanja fashion item branded anda bisa ke Ngee Ann City. Perjalanan kami lanjutkan untuk balik ke hostels, namun sebelum ke kembali ke hostels kami mampir dulu ke Bugis Street, lagi-lagi untuk beli oleh-oleh hehehe. Bugis Street kalo di Jakarta semacam Pasar Baru, sebuah pasar atau area perbelanjaan murah meriah yang menjual souvenir, makanan, minuman, mainan, tas, hingga baju pun juga ada di sana. Lucunya di dalam Bugis Street terdapat jalan-jalan kecil yang salah satunya kami temukan adalah Princess Street, begitu kami masuk ke Princess Street ternyata di gang ini menjual berbagai macam baju-baju cewek yang lucu-lucu ala korea, jepang, pantesan diberi nama Princess Street. Di Bugis Street anda harus hati-hati membawa tas, karena di sini ramai sekali. Dan Bugis Street adalah akhir perjalanan kami hari ini.

# Day 3
Hari ketiga, hari Minggu adalah hari terakhir kami di Singapore hiks sedih...
Karena flight kami pulang ke Jakarta pukul 17.15 waktu setempat kami, memperhitungkan pukul 15.00 sudah harus ada di Changi Airport.
Tujuan utama kami hari ini Sentosa Island. Usai check out dengan membawa barang-barang, tujuan pertama kali adalah Changi Airport, loh?! why? Yap, kami bela-belain ke Changi Airport di pagi hari hanya demi menitipkan barang-barang kami yang jelas gak memungkinkan di bawa jalan-jalan. Akhirnya kami dari Bugis Station langsung menuju ke Changi Airport. Setibanya di Changi Airport kami buru-buru mencari tempat penitipan bagasi yaitu terletak di terminal 2. Kami mampir sarapan di bandara untuk mengisi perut yang sudah sangat kosong, haha.
FYI penitipan koper di Changi Airport harganya sekitar 4.8 S$ per penitipan, jadi bila membawa tas kecil lebih baik dimasukkan ke dalam tas besar yang masih muat agar lebih hemat biaya.
Usai sarapan kami segera beranjak menuju ke Changi Station dan berangkat menuju ke Sentosa Island. Kami berhenti di stasiun Harbourfront dan tujuan pertama kami adalah Universal Studio!
Berasa kembali ke masa anak-anak ketika berada di sini.
*foto di depan universal studio
Kami memang tidak berniat untuk masuk ke Universial Studio karna waktunya jelas-jelas tidak mencukupi, kami hanya berfoto-foto di area Universal Studio dan tak lupa kami membeli souvenir khas Universal Studio. Oiya, souvenir yang paling saya suka adalah souvenir berupa penny. Penny ini kita buat sendiri dengan sebuah mesin pencetak penny, kita bisa memilih gambar mana yang kita suka lalu kita hanya perlu memasukkan uang 2 S$ lalu kita cetak dengan menarik tuas mesin pencetak dan voila jadilah penny buatan kita.

*foto penny*

















Share:

1 comments