Lok Baintan, Banua

Banua atau Borneo atau Kalimantan
Alhamdulillah kali ini saya berkesempatan untuk dinas ke Kalimantan, dan ini adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di pulau terbesar di Indonesia raya. Beruntung saya bekerja di perusahaan yang memiliki cabang di beberapa kepulauan Indonesia, dan kali ini pekerjaan mengantarkan saya ke Banjarmasin, ibukota provinsi Kalimantan Selatan.
Tidak setiap dinas kami bisa berkesempatan untuk wisata, dan alhamdulillah dinas kali ini Allah menghadiahi saya kesempatan untuk mengunjungi salah satu pasar terapung paling terkenal bahkan hingga di dunia, Pasar Terapung Lok Baintan (big thanks to bapak Amir :D)

Lok Baintan berjarak sekitar 38-40 km dari kota Banjarbaru dan menempuh perjalanan sekitar 50 menit (kalau lancar). Dari Banjarbaru kami berangkat sekitar pukul 4.20 karna aktivitas di pasar terapung ini sudah mulai menggeliat sejak subuh atau sekitar pukul 5 pagi dan mulai sepi sekitar pukul 8 pagi,sehingga kami memang harus berangkat sebelum subuh agar tidak kehilangan moment.
Kami berhenti di tepi sungai Martapura untuk memarkirkan kendaraan, kemudian melaksanakan sholat subuh di masjid terdekat.

Untuk menuju ke Lok Baintan kita harus menyewa sebuah kapal klotok. Persewaan kapal klotok banyak dijumpai di sana namun terbatas, sehingga saat weekend anda harus booking terlebih dahulu agar tidak kehabisan kapal klotok. 
Kami deal harga dengan salah satu penyewa kapal klotok seharga 300rb rupiah untuk PP dermaga-Lok Baintan. Perjalanan menuju ke Lok Baintan kami tempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam. Selama perjalanan kita bisa menikmati pemandangan berupa rumah-rumah khas penduduk tepi sungai di Kalimantan. Bagi warga tepian sungai, sungai merupakan sumber daya yang mereka manfaatkan sehari-hari untuk mandi, mencuci baju, hingga tempat keramba ikan.
Rumah penduduk tepi Sungai Martapura
Dari jauh tampak samar kumpulan sampan-sampan dan yap, itulah Lok Baintan. Kapal kami menurunkan kecepatannya dan masuk ke dalam kumplan sampan-sampan. 

Selamat pagi Lok Baintan
Kami adalah klotok kedua yang datang di Lok Baintan
Beberapa sampan pedagang pun dengan cepat mendekat ke kapal kami dan menawarkan berbagai macam dagangan yang terpajang apik di atas sampan. Pasar Terapung Lok Baintan ini menjual berbagai macam buah-buahan, sayuran, dan cemilan seperti gorengan juga kue jajan pasar.

Geliat Lok Baintan

Bermacam buah dan sayuran

Ibu penjual kue dan jajan pasar

Kegiatan transaksi pun berlangsung dengan menyenangkan, sebelum membeli para ibu penjual akan memberikan kita tester secara gratis terutama untuk buah-buahan. Selain bertransaksi dengan pengunjung seperti kami, para pedagang saling bertukar barang atau melakukan barter dengan barang dari pedagang lain tergantung kebutuhan mereka.

Mari dibeli...
Beberapa ibu-ibu pedagang menggunakan bedak dari beras untuk melindungi kulit dari sinar matahari

Bapak-bapak pun ikutan berdagang

Saya membeli buah kasturi dan buah kecapi, memang saya sudah niatkan di sini saya akan membeli buah yang belum pernah saya coba. 10 buah Kecapi dihargai 15rb rupiah setelah saya tawar (awalnya 20rb hehe), dan untuk 10 buah Kasturi dihargai 25rb rupiah. Kata teman saya, Kasturi sudah mulai langka dan cukup jarang berbuah, jadi beruntung saya bisa memperoleh buah ini.

Numpang foto di sampan ibu penjual kecapi :P
Benar-benar pengalaman yang unik dalam hidup saya, bisa merasakan beraktivitas ala penduduk lokal Kalimantan Selatan. Meskipun kami bukan penduduk lokal, ibu-ibu pedagang sangat ramah pada kami, bahkan saat kapal klotok kami hendak meninggalkan Lok Baintan ada salah seorang ibu yang berteriak dari kejauhan hanya untuk mengucapkan selamat tinggal dan mendoakan agar kami bisa kesini lagi, lalu ibu-ibu yang lain pun melambaikan tangan kepada kami ditambah senyum ramah mereka,  so sweet!!!Terima kasih Lok Baintan.


#all picture taken by me
Thanks to my travelmate : Pak Amir, Anggi, Febri, Mas Kasrial

Travel Tips :
- Darimanapun kamu berangkat, usahakan sampai disana sebelum subuh
- Rate sewa kapal klotok sekitar 300-400rb rupiah
- Siapkan uang kecil agar tidak kesulitan memperoleh kembalian
- Pakai jaket karena perjalanan di pagi hari dari dermaga ke Lok Baintan akan membuat kamu kedinginan karena angin, salah-salah bisa masuk angin 
- Buat penggemar fotografi siapkan wide lens agar bisa meng-capture seluruh area pasar yang indah ini



Share:

0 comments