Kupang, Nusa Tenggara Timur

Seumur hidup baru kali ini saya menginjakkan kaki di daerah timur kepulauan Indonesia,hello Nusa Tenggara Timur. Dinas menugaskan saya di Kupang selama 7 hari. Saya tidak akan bicara soal letak geografis karena cari di wikipedia pasti ada, saya juga tidak bicara soal perekonomiannya atau apalah karna terlalu berat untuk dibicarakan.
Well yang membuat saya jatuh cinta pada Kupang adalah alamnya, penduduknya dan makanannya!
Langit biru cerah terbentang luas, pandangan tak terhalang gedung tinggi bertingkat, tanah karang gersang, pohon lontar menjulang tinggi dimana-mana, pohon bunga flamboyan dengan bunga-bunganya yang merekah merah menyambut di sisi kanan kiri jalan selama perjalanan dan yang paling menyenangkan udaranya bersih. Sooooooo refreshing...Saya tak bisa berkedip melewatkan pemandangan indah sepanjang perjalanan dari hotel ke kantor di daerah Penfui. Sinar matahari pukul 8 pagi di Kupang panasnya sudah hampir sama dengan panas Jakarta pukul 11 siang, benar-benar menyengat dan membuat gosong haha, tapi saya menikmatinya.
Penduduk asli disini yang saya kenal selama di kantor sangat menyenangkan, mereka lucu-lucu, ramah dan baik hati. Apalagi makanan disana, ehmmmm, mak nyus kalo kata pak Bondhan.
Dinas di daerah selalu berhadiah wisata, dan tempat pertama yang saya kunjungi of course after office hours adalah pantai Batu Nona. Sebenarnya kami berniat ke pantai Lasiana namun saat menuju ke sana, akses masuk ditutup karena sedang ada perbaikan jalan, jadilah kami menuju ke pantai Batu Nona yang jaraknya tak jauh dari Lasiana. But wait, perjalanan menuju ke sana dari bandara kami disuguhi Allah pemandangan yang teramat manis, dan ini adalah salah satu lukisan terindah-Nya.

senja di Bukit Cinta

Beruntung sekali kami mendapatkan golden moment, dan lokasi Bukit Cinta ini hanya sekitar 3 menit dari bandara El Tari, nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan :')

Sampailah kami di pantai Batu Nona untuk mengejar sunset indah kemerahan khas NTT
Sunset Pantai Batu Nona
Tak puas hanya berdiri di tepi pantai kami berjalan menyusuri tepian pantai menuju sebuah bukit karang.

Bukit Karang Batu Nona
Keesokan harinya, karna saya penasaran dengan pemandangan Bukit Cinta di siang hari, saya mengajak kawan-kawan untuk ke puncak bukit di siang hari yang sangat terik. Perjalanan hanya kami tempuh sekitar 5 menit dari kantor, mobil kami parkir di tepi jalan dan kami melakukan trekking ringan ke puncak bukit.
Memang tidak percuma kami sengaja panas-panasan kesini. Hamparan birunya langit yang bersih dan cerah, lautan biru nan luas dan juga hamparan savana membentang luas di depan mata, masyaAllah indahnya.





#no caption needed

Dan destinasi ke tiga saya selama di Kupang adalah Pantai Lasiana yang kemarin gagal kami kunjungi. Saat kami berkunjung kesana, kawasan pantai ini sedang dalam proses pembangunan fasilitas, ada sebuah monumen prisma yang tengah dibangun, juga gasebo gasebo di tepian pantai, sudah terbayang tempat ini pasti akan ramai dikunjungi wisatawan. Beruntung, saat kami kesana tidak terlalu banyak pengunjung sehingga kami benar-benar bisa menikmati keindahan Lasiana.
Pepohonan yang tumbuh di pantai kebanyakan bukanlah pohon kelapa namun pohon lontar, ya masih satu family dengan pohon kelapa. Dan di Pantai Lasiana ini puluhan pohon lontar berdiri tegak menghadap lautan menghiasi putihnya pasir pantai.






gasebo Lasiana
again #nocaptionneeded

Kawasan Pantai Lasiana memiliki beberapa gasebo yang bisa kita gunakan untuk berteduh santai sambil menikmati semilir angin pantai dan suara daun lontar yang bergesekan. Beberapa warung juga tersedia disana, mereka menjajakan camilan-camilan enak seperti pisang bakar, es kelapa, pop mie dan lainnya.

Selain wisata alam, di Kupang saya mendapatkan pengalaman langka dalam hidup saya, ya foto di tengah runway. Awalnya hanya ijin ke atasan untuk menikmati sunset di belakang kantor (tepi runway) eh malah diajakin patroli runway bersama dengan crew AMC (Airport Movement Control). Setelah mendapat ijin dari crew AMC, kami pun diijinkan melakukan patroli dengan mobil double cabin dari ujung runway ke ujung runway.
tengah runway 07


me and Kak Agnes
 Mampir dan berkenalan dengan crew PKPPK Bandara El Tari Kupang plus diberi kesempatan naik ke mobil jagoan morita.

 Benar-benar pengalaman baru di hidup saya, berkunjung ke salah satu titik di timur Indonesia, menikmati alam indahnya, terik mataharinya, gersang tanahnya, masyaAllah indahnya.

Share:

1 comments