3D2N Belitung - D1

Bertandang ke Negeri Laskar Pelangi, Belitung sudah menjadi impian saya sejak film Laskar Pelangi terbit di tahun 2008.
Alhamdulillah 15-17 April 2016 impian itu pun terwujud. Bersama kawan saya sedari kuliah, Dian, kami sudah merencanakan perjalanan ini sejak awal tahun. Entah apa yang membuat kami sama-sama ingin sekali pergi ke Belitung segera. Berbekal instagram kami mulai mencari trip organizer terbaik untuk membantu kami mewujudkan traveling tak terlupakan di Belitung. Awalnya kami akan join open trip di salah satu trip organizer dengan biaya kurang lebih 2,3 juta sudah termasuk tiket pesawat dengan jadwal keberangkatan Februari, namun selang beberapa waktu Dian mengajak teman-temannya yang lain dan kami pun akhirnya menggunakan trip organizer Visit Belitong dengan biaya 750rb per orang belum termasuk tiket pesawat PP.

Hari H pun tiba, saya dan Dian menggunakan pesawat dari Jakarta dengan tujuan Tanjung Pandan tanggal 15 April 2016, jadwal penerbangan 05.55 WIB. Perjalanan udara kami tempuh selama 45 menit. Usai landing, saya dan Dian menunggu peserta trip lainnya yang merupakan teman kerja Dian dan beberapa orang lain yang belum kami kenal. Tak berapa lama kami pun bertemu, saling berkenalan dan saya pun juga baru tahu di sana kalau jumlah peserta grup kami ada 8 orang.
Tour guide dari Visit Belitong sudah menyambut kami di gerbang kedatangan, menggunakan kendaraan elf kami pun langsung diantarkan menuju ke tujuan pertama kami yaitu sarapan Mie Belitung Atep di Jalan Sriwijaya No.27.
Bersiap menyantap Mie Belitung
Mie Belitung Atep ini terdiri dari mie, udang, potongan tahu, tauge dan kelengkapan lainnya dengan kuah kental yang manis tak lupa ada emping sebagai pelengkap. Saya langsung suka pertama kali mencicip makanan ini, karena pada dasarnya saya penyuka rasa manis. Untuk minuman tour guide kami merekomendasikan es jeruk kunci, jeruk khas Belitung yang asamnya unik dan menyegarkan.
Selesai sarapan kami melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya yaitu SDN Muhammadiyah Gantong (replika) di Belitung Timur. Perjalanan dari Tanjung Pandan menuju ke Gantong, Belitung Timur kami tempuh dalam waktu 1,5 jam. Area replika SDN Muhammadiyah Gantong merupakan tanah lapang luas yang terdapat replika sekolah, galeri, toilet dan area parkir.

replika
Tanpa berlama-lama kami langsung berlari-lari menuju ke sekolah layaknya anak-anak Laskar Pelangi yang semangat masuk sekolah. Bangunan disini hanya replikanya saja, lokasi bangunan yang asli (yang digunakan untuk syuting Laskar Pelangi) lokasinya cukup dekat dari sini, dan sudah direnovasi menjadi berdinding tembok. Sekolah ini terdiri dari 2 ruang kelas dengan beberapa bangku tua di dalamnya.

we can't hide our happiness
Galeri Rakyat Laskar Pelangi
Di dalam galeri terpajang apik kerajinan-kerajinan khas Belitung, koleksi memorabilia Laskar Pelangi dan beberapa lukisan yang dijual.

Puas bermain-main layaknya anak SD yang kegirangan saat jam istirahat kami beranjak untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Museum Kata Andrea yang lokasinya cukup dekat dari lokasi replika.
halaman depan
dekorasi jendela depan

terpajang apik di dinding salah satu ruangan
Museum Kata Andrea Hirata dibangun pada tahun 2010, di dalam museum ini tersimpan ratusan koleksi Andrea Hirata yang dipajang di sekeliling dinding. Bangunan ini lebih mirip seperti rumah yang dialihfungsikan menjadi museum. Bagian belakang yang kalo dilihat memang sebelumnya meurpakan dapur, diubah menjadi warung kopi dengan beberapa bangku di tengah namun tetap mempertahankan keaslian bangunannya, hanya ditambahkan hiasan-hiasan dinding yang unik yang membawa kita serasa berada di desa. Warung kopi ini bernama Kupi Kuli.


Warkop Kupi Kuli
Di Kupi Kuli kita bisa memesan kopi khas belitung, minuman kemasan, dan cemilan seperti pisang goreng, tape goreng dan lainnya dengan harga terjangkau. Apalagi ditambah sesaat setelah kami tiba disana hujan turun cukup deras, dan ini justru membuat kami semakin akrab, bercengkerama ditemani kopi dan gorengan hangat.
Berjalan ke area belakang kita masih dapat menemukan beberapa bangku dan ruangan yang masih menjadi bagian dari Kupi Kuli. Di area lainnya terdapat ruangan terbuka yang memajang poster film lawas, quote, dan beberapa pajangan yang terkait dengan literatur lainnya.
ngopi di halaman belakang museum
Usai waktu sholat Jum'at kami melanjutkan perjalanan untuk makan siang di daerah Manggar, yaitu di tepi Pantai Serdang di warung seafood Rudi Fakistan. Sayang sekali saat itu penuh dan kami harus menunggu pesanan makanan sekitar 1,5 jam. Pengeluaran makan siang kami disini per-orang sekitar 50rb rupiah.

Kenyang makan seafood, kami lanjutkan perjalanan ke Vihara Dewi Kwan Im. Sayang ketika kami sampai di sana, patung Dewi Kwan Im sedang direnovasi :(
berfoto di depan vihara


Dan tujuan terakhir hari ini adalah Pantai Burung Mandi. Kenapa dinamakan pantai Burung Mandi, karena pantai ini pernah menjadi lokasi persinggahan burung untuk mandi dan mencari makan, namun sekarang sudah tidak ada lagi. Pantai ini lebih digunakan oleh para nelayan untuk gerbang menuju ke laut mencari ikan. Kegiatan yang kami lakukan di sini tak banyak, kami berfoto, duduk-duduk di tepi pantai, bermain ayunan dan tak lupa menikmati es kelapa muda sambil menikmati angin semilir sore hari, hmmm sungguh menyenangkan. Harga sebatok kelapa muda dihargai 15rb rupiah.
perahu-perahu nelayan

senja di Pantai Burung Mandi

Lanjut ke hari ke dua .....

Travel tips :
- Bawa makanan sendiri jika tidak ingin mengantri lama di warung/restoran
- Daripada sepatu lebih baik menggunakan sandal karena medan yang dilalui kebanyakan adalah pasir hehe
- Gunakan pakaian berbahan kaos
- Celana paling nyaman adalah celana kain (melar lebih nyaman)

Share:

0 comments