3D2N Belitung - D2

Hari kedua.......

Matahari pagi di Belitung sudah menyapa kami, pukul 8 pagi kami sudah bergegas naik ke mobil dan bersiap untuk menikmati keindahan alam Belitung di hari kedua.
Belajar dari pengalaman hari kemarin (ngantri makan siang), maka tujuan pertama adalah membeli bekal makan siang di sebuah warung nasi di dekat pelabuhan Tanjung Pandan. Sekotak nasi berlauk sepotong ayam, tahu, bihun dan sayur dihargai 18 ribu rupiah saja, harga yang amat sangat ramah di kantong untuk porsi besar ini.
Pak Dedi menyetir mobil dengan kencang mengantarkan kami ke Pantai Tanjung Kelayang, pemberhentian untuk island hopping. Perjalanan ditempuh kurang lebih 30 menit, oh iya di tengah perjalanan kami ketambahan 1 personil, yaitu crew Visit Belitong yang bertugas sebagai photographer kami bernama mas Fery.
Sebelum beranjak naik kapal untuk island hopping, mas Fery langsung mengajak kami berfoto di Pantai Tanjung Kelayang.

Baru sebentar kapal berjalan, kami berhenti di Batu Burung, dan ini menjadi latar belakang foto pertama kami.
berpose di ujung kapal
 
Puas berfoto kami melanjutkan perjalanan menuju ke Pulau Batu Berlayar. Dari kejauhan nampak beberapa kapal telah bersandar di tepian pulau dan wisatawan nampak berpose di beberapa sudut pulau.
Batu Berlayar
Pulau Batu Berlayar tidak terlalu luas, namun dari sini kita sudah bisa menikmati secuil keindahan Belitung. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan mengenai Pulau Batu Berlayar lebih baik anda langsung ke sini untuk mengagumi ciptaan Allah SWT ini :')


menuju Pulau Lengkuas









Let's move to next destination! Pulau Lengkuas jaraknya cukup jauh dari Pulau Batu Berlayar mungkin sekitar setengah jam perjalanan kapal. Dari kejauhan Mercusuar di Pulau Lengkuas tampak menyambut kedatangan kami dengan langit biru cerah yang melatarbelakanginya.
Bisa dibilang Pulau Lengkuas ini adalah destinasi utama trip di Belitung, karena disinilah kita bisa menikmati alam Belitung dari darat, laut, dan udara (ketinggian). Mercusuar menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, kita bisa naik ke puncak Mercusuar yang memiliki 313 anak tangga, 18 lantai dengan ketinggian 65 meter. Siapa yang berani? Saya merekomendasikan anda untuk mencobanya, tak semengerikan yang dibayangkan, rasa capek akan terbayar dengan keindahan pemandangan secuil nirwana dari ketinggian :')

secuil nirwana dari ketinggian
Nah bagi anda yang ingin naik ke Mercusuar, ada ritual khusus yang wajib dilakoni sebelum naik, jujur saya salut dengan pemerintah daerah setempat yang merawat bangunan ini dengan sangat serius. Jadi, sebelum kita naik ke Mercusuar, kita diwajibkan untuk membersihkan diri dari pasir yang menempel di badan. Tenang, tidak perlu bingung, disana sudah disediakan beberapa toilet (lucunya kami salah masuk toilet air asin, saat mengguyur muka sekaligus kumur, zonk, airnya super asin, ). Ternyata ada 2 jenis toilet, begitu masuk area Mercusuar, toilet air asin di sayap kiri dan toilet air tawar di sayap kanan. Di sana juga ada penjaga yang akan siap mengingatkan kita untuk mengisi kotak uang toilet hehe.
Setelah dari toilet kami di arahkan petugas untuk mengeringkan kaki, hebatnya disana juga sudah disediakan potongan-potongan busa yang ditempatkan dalam 1 ember untuk mengeringkan kaki dan membersihkan sisa-sisa pasir yang masih menempel dan kita hanya diperbolehkan berjalan di path yang sudah ditentukan bisa dibilang clear area-nya.
Begitu masuk, karna mungkin masih baru direnovasi, kita akan mencium bau cat yang masih segar, dan tentunya semakin ke atas udara semakin pengap hehe. Kondisi bangunan masih sangat bagus dan terawat, kayu dan besinya pun belum tampak ada yang keropos.

 313 anak tangga sudah dilalui, keringat bercucuran deras, dan inilah yang kami lakukan....
berpose di Puncak Mercusuar bersama Mas Feri dan Pak Dedi
berpose di dalam mercusuar, tepat di dekat lampu
 

Oh ya perkenalkan teman ngetrip saya (kiri ke kanan) : Afian, Aulia, Lala, Dwitya, Topenk, Anjar, Dian dan saya. Luar biasa ngetrip sama orang-orang ini, luar biasa konyol kelakuannya, dan sepanjang trip hanya tawa dan canda yang ada. Dan kami hanya butuh 3 hari untuk bisa seseru, seakrab dan sekompak ini. :))



pemandangan dari atas

Kondisi di atas mercusuar sudah tentu panas dan membuat keringat bercucuran, serasa masuk ruang sauna (agak lebay sih), tapi angin semilir dan pemandangan indah seakan membuat kami betah berada di atas.
Dari Mercusuar kita turun dan istirahat makan siang sejenak lalu lanjut foto-foto di atas batu. Saat itu cuaca sangat panas dan membuat batu terasa panas, harus berhati-hati pula karena permukaan batu yang cukup halus membuatnya menjadi licin.

sesaat sebelum snorkeling


abaikan kaki mas Fian haha


Sampai di spot snorkeling kami bersemangat untuk segera turun ke air dan menikmati pemandangan bawah air. Tour guide memberi kami roti untuk memancing agar ikan-ikan berdatangan.
Kondisi saat itu karena langit sedikit mendung visibility-nya kurang bagus, dan ini adalah terumbu karang di perairan sekitar Pulau Lengkuas.
Sayang sekali terumbu karang disini beberapa sudah rusak karena terinjak oleh wisatawan. Please buat siapapun yang snorkeling atau diving jangan pernah sentuh terumbu karang karena mereka sangat rapuh dan pertumbuhan mereka sangat lama, jadi jaga kelestarian mereka yah :)
terumbu karang sekitar Pulau Lengkuas


Puas menelan air asin, puas melihat-lihat terumbu karang saatnya naik ke permukaan dan pindah ke Pulau Pasir yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Pulau Lengkuas. Pulau Pasir hanya muncul di saat air laut mulai surut, namanya juga Pulau Pasir yang ada hanyalah pasir dan beberapa bintang laut. Pasir yang lembut, air yang jernih dan hangat membuat kami betah berlama-lama disini, aaaah enjoy~
Bahkan ada yang niat membawa floaties dan sukses membuat kami iri haha.













Menjelang senja kami balik ke Pantai Tanjung Kelayang untuk bersih-bersih. Di Pantai Tanjung Kelayang tersedia cafe dan juga toilet berbayar untuk bersih-bersih. Karena lapar kami pun memesan indomie rebus haha.
Sebelum kembali ke hotel, tour guide mengajak kami untuk berfoto di depan tulisan ini..


salam dari senja di Belitung
Sebenarnya tujuan kami selanjutnya adalah Pantai Tanjung Tinggi, namun karna hari sudah terlalu sore saat itu kami menggesernya menjadi keesokan harinya.


Travel tips:
- gunakan baju berbahan kaos, karena akan berpanas-panasan seharian
- barang wajib : topi, sunglass, sunblock
- karna snorkeling jangan lupa bawa baju ganti
- simpan kamera dslr/mirrorless anda demi keselamatan mereka hehe
- untuk action cam gunakan floating grip selama berada di dalam air
- jangan terlalu lama berfoto-foto jika tidak ingin kehabisan waktu dan akibatnya kehilangan salah satu destinasi

Share:

0 comments