Backpacker Jepang, Ini 6 Hal Sepele Tapi Penting Disiapkan



Sering terlupa tapi PENTING dipersiapkan sebelum BACKPACKING ke Jepang!
Calon Backpacker Jepang, ini krusial!

Jepang itu unik. Satu hal yang menjadi kesan pertama ketika saya berkunjung ke Jepang. Budayanya, masyarakatnya, budayanya, etikanya, teknologinya, ah hampir semuanya unik. Sebagai backpacker tak salah jika kita mempelajari beberapa hal penting dan unik yang musti dipersiapkan sebelum menjelajah ke Jepang. Itinerary siap rapih, list barang bawaan komplit, dan siap packing tapi jangan lupakan hal sepele ini yang suka ketinggalan dan biasanya baru sadar kalo udah ketemu problemnya haha (curhat sih ini)
     1. Pelajari kecanggihan toilet Jepang
Toilet terbersih yang pernah saya temui adalah toilet di Jepang. Bagaimana tidak, semua toilet disana adalah toilet kering, tidak ada shower closet, tidak ada sampah tissue berserakan karena Jepang telah menggunakan tissue biodegradable yang dapat hancur di air, sampah tissue harus dibuang bersamaan ke dalam closet dan FYI mereka sangat membenci tissue bekas yang dibuang di tempat sampah, hal ini ditunjukkan dengan adanya sticker bertuliskan peringatan tersebut di toilet manapun yang saya temui.
Closet Jepang menggunakan teknologi yang cukup membingungkan bila tidak dipelajari terlebih dulu.
(gambar toilet)
Di setiap sisi akan terdapat panel semacam remote yang memiliki beberapa tombol ini :
(gambar dan jelasin fungsinya)


2.     Travel adapter
Steker/ colokan listrik Jepang jelas berbeda dengan di Indonesia. Jepang menggunakan colokan listrik berbentuk pipih dengan tegangan 110-120V, jadi amat sangat perlu membawa travel adapter bila tak ingin gadgetmu off dan berujung mati gaya. Travel adapter bisa kamu beli di toko-toko listrik, kalau aku beli online dengan harga 15 ribu saja, hehe.
Travel adapter universal-Untuk Jepang kita gunakan tipe pipih yang paling atas di gambar
Colokan Listrik Jepang, Source: Google


3.  Aplikasi scanner & translator
Di Jepang sedikit sekali dijumpai tulisan berhuruf alfabet, kebanyakan disana menggunakan tulisan berhuruf kanji, hiragana atau katakana dan sangat menyulitkan kita terutama saat mencari arah, nama tempat, atau membaca ingredient untuk memastikan bahwa makanan yang kita beli itu halal. Jadi biar gampang dan gak bingung untuk menterjamahkan, cukup instal aplikasi scanner & translator di smartphone atau tablet, saya sendiri memilih aplikasi bernama “Scanner & Translator” dari app store. Buat saya aplikasi ini super duper membantu untuk membaca ingredients, bahkan aplikasi ini sudah membuat saya tahu kalau saya baru saja memakan makanan haram! Hahaha (soalnya telat mau translate, keburu laper duluan)

      4. Coin Yen
Sepele memang, tapi siapa sangka recehan sangat dibutuhkan di Jepang untuk menyewa coin locker, membeli minuman di vending machine atau onigiri di minimarket. Koin yang paling dibutuhkan adalah koin pecahan 10 dan 100 Yen, karena banyak mesin di sana di set hanya menerima 2 jenis koin tersebut. Kalau untuk coin locker hanya menerima pecahan 100 Yen. Saya dan teman-teman sempat kebingungan mencari koin 100 Yen untuk menyewa coin locker di Shibuya Station, namun alhamdulillah ada seorang bapak bapak warga lokal yang berbaik hati menawarkan kami bertukar koin (kayaknya sih karna liat kami dari jauh keliatan panik nyari receh karena udah rogoh kocek kanan kiri, haha)
Salah satu jenis Coin Locker di salah satu stasiun

     5.  Bahasa Jepang
Pengalaman disana sebagai backpacker otomatis membuat kami harus berinteraksi dengan orang lokal untuk sekedar bertanya arah atau bertransaksi belanja. Sayangnya, kebanyakan orang lokal yang kami temui tidak bisa berbahasa inggris, walhasil kami dan mereka pun sama-sama mengerahkan bahasa tubuh berusaha saling memahamkan satu sama lain. Alangkah baiknya jika kita belajar sedikit kalimat bahasa Jepang berikut :
Dimana tempat ...?         = .... wa doko desu ka?
Berapa harganya?            = kore wa ikura desu ka?
Daging babi                         = butaniku/ pooku
Sapi                                        = niku
Ikan                                       = sakana
Ayam                                    = chikin
Lurus/terus                        = massugu
Kanan                                   = migi
Kiri                                          = kara hidari
Terima kasih                       = arigatou
Maaf/permisi                    = sumimasen

     6.Tissue basah
Seperti yang udah dijelasin di atas, toilet Jepang itu toilet kering! Pertama saya masuk toilet di Jepang adalah di terminal kedatangan Bandara Kansai Osaka. Begitu masuk saya lihat toiletnya tidak menggunakan remote yang artinya toilet ini manual. Biasanya toilet manual disana tidak menggunakan jet shower jadi gak bisa cebok pake air, dan ceboknya cuma pake tissue gulung, oh no! Bagi saya sih kurang bersih yaa rasa-rasanya.
Nah itulah gunanya kita perlu bawa tissue basah sebagai penyelamat saat cebok haha.
Nah itulah beberapa hal sepele tapi penting untuk disiapkan sebelum backpacking ke Jepang. Hmmm apalagi yaa? Buat yang punya pengalaman yang sama, silakan boleh ditambahin di komentar yak! Thank you

Share:

0 comments